Akselerasi Investasi Panas Bumi: Transformasi Industri untuk Swasembada Energi

Authors

  • Muhammad Surya Erlangga Firdaus Politeknik Keuangan Negara STAN
  • Vanny Eliada Hutabarat Politeknik Keuangan Negara STAN
  • Sriyanto Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal, Kementerian Keuangan RI

DOI:

https://doi.org/10.37145/jak.v10i1.973

Keywords:

investasi panas bumi, swasembada energi, energi terbarukan

Abstract

Indonesia memiliki potensi panas bumi terbesar kedua di dunia (23,7 GWe). Namun, realisasi pemanfaatannya baru menyumbang 3,07% dari kapasitas listrik nasional. Kondisi ini kontradiktif dengan amanat Asta Cita ke-2 dan RPJMN 2025-2029 yang menargetkan swasembada energi berbasis EBT. Ringkasan kebijakan ini mengidentifikasi tiga hambatan utama: kompleksitas regulasi, tingginya risiko finansial eksplorasi, dan distorsi mekanisme pasar. Analisis ini menggunakan pendekatan deskriptif-preskriptif berbasis studi literatur. Tiga rekomendasi kebijakan dapat diusulkan. Pertama, deregulasi, debirokratisasi, dan digitalisasi tata kelola, melalui harmonisasi regulasi dan penguatan Online Single Submission (OSS). Kedua, skema pembiayaan inovatif, melalui project-based green sukuk dan KPBU eksplorasi. Ketiga, pembentukan BLU Panas Bumi sebagai Network Administrative Organization (NAO). Strategi ini diproyeksikan dapat meningkatkan FDI panas bumi lebih dari 30%, menurunkan Levelized Cost of Energy (LCOE) menjadi 6,5/kWh, dan mendorong pencapaian target kapasitas 5,2 GW dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alhusni, H., Satria, T., Perdana, P., Purwanto, E. H., & Setyawan, H. (2023). Geothermal Business Outlook in Indonesia.

Anyanwu, O. C., & Kur, K. K. (2024). Impact of Energy Consumption on Industrial Sector Performance. SAGE Open, 14(4). https://doi.org/10.1177/21582440241298856

Bappenas. (2025). Ringkasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2025-2029.

Brilian, V. A., Adityatama, D. W., Mukti, A. W., Al Asy’ari, M. R., Purba, D. P., Fadhillah, F., Erichatama, N., & Abdiellah, F. N. (2025). Geothermal Captive Use for Powering Mining Sites: Worldwide Experience and the Potential and Challenges for Implementation in Indonesia. Indonesian Journal of Energy, 8(2), 129–147. https://doi.org/10.33116/ije.v8i2.254

Canggih Prabowo. (2016). Koordinasi Kewenangan pada Pengusahaan Panas Bumi untuk Keperluan Tenaga Listrik.

ESMAP. (2012). Geothermal Handbook: Planning and Financing Power Generation A Pre-launch.

Idroes, G. M., Hardi, I., Hilal, I. S., Utami, R. T., Noviandy, T. R., & Idroes, R. (2024). Economic growth and environmental impact: Assessing the role of geothermal energy in developing and developed countries. Innovation and Green Development, 3(3). https://doi.org/10.1016/j.igd.2024.100144

INDEF. (2023). Masa Depan Panas Bumi di Indonesia. In INDEF POLICY BRIEF (Number 4).

IRENA. (2023). Renewable Power Generation Cost In 2022 Executive Summary. https://www.irena.org/-/media/Files/IRENA/Agency/Publication/2023/Aug/IRENA_Renewable_power_generation_costs_in_2022_SUMMARY.pdf

IRENA. (2024b). Renewable Power Generation Costs In 2023 Executive Summary. https://www.irena.org/-/media/Files/IRENA/Agency/Publication/2024/Sep/IRENA_Renewable_power_generation_costs_in_2023_executive_summary.pdf

Kellogg, W. K. (2004). Using Logic Models to Bring Together Planning, Evaluation, and Action Logic Model Development Guide. www.wkkf.org

LPEM FEB UI. (2023). Analisis Bisnis dan Kebijakan untuk Mendorong Investasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Indonesia.

Luthfi Naufal Hafizh, I Gusti Ayu Ketut Rachmi Handayani, & Lego Karjoko. (2023). Kebijakan Harga Pembelian Tenaga Listrik Sebagai Hambatan Dalam Akselerasi Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Untuk Mendukung Ketahanan Energi Nasional.

Ningsih, M. M. (2024). Pembiayaan Ramah Lingkungan Terhadap Sub Sektor Energi Baru Dan Terbarukan Di Indonesia. Jurnal Energi Baru Dan Terbarukan, 5(2), 12–29. https://doi.org/10.14710/jebt.2024.22805

Notononegoro, K. (2023). Potensi dan Tantangan Panas Bumi.

Provan, K. G., & Kenis, P. (2008). Modes of network governance: Structure, management, and effectiveness. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(2), 229–252. https://doi.org/10.1093/jopart/mum015

PT SMI. (2024). Laporan Pengelolaan Dana Pembiayaan Infrastruktur Sektor Panas Bumi.

Putri, D. S., Arsalan, H., & Huang, N. K. (2024). Rethinking Indonesia’s Geothermal Foreign Direct Investment Policy: Certainty and Economic Analysis of Law Perspective. Hang Tuah Law Journal, 42–61. https://doi.org/10.30649/htlj.v8i1.227

Putriyana, L., Ladiba, A. F., Nafis, S., & Soekarno, H. (2018). Potensi dan Tantangan Badan Layanan Umum di Bidang Penelitian dan Pengembangan Panas Bumi.

Siahaan, M. F., Purba, D., Septiani, G. A., & Paripurna, A. (2023). Preparing technical and commercial documents for geothermal exploration project financing in Indonesia. In Proceedings of the 48th Workshop on Geothermal Reservoir Engineering. Stanford University. https://pangea.stanford.edu/ERE/db/GeoConf/papers/SGW/2023/Siahaan1.pdf

World Bank. (2014). Scaling-Up Renewable Geothermal Energy in Indonesia.

Wulandari, F., & Hadi, H. (2025). Perlindungan Hukum bagi Investor Green Sukuk terhadap Risiko Greenwashing. Indonesian Journal of Social Sciences and Humanities, 5(2), 173–181.

Candra. (2025). ListrikIndonesia. From Perizinan Panas Bumi Kini Hanya 7 Hari, Benarkah Secepat Itu?: https://listrikindonesia.com/detail/17896/perizinan-panas-bumi-kini-hanya-7-hari-benarkah-secepat-itu#google_vignette

CEIC. (2025). CEIC. From Indonesia Foreign Direct Investment: % of GDP: https://www.ceicdata.com/en/indicator/indonesia/foreign-direct-investment--of-nominal-gdp

CNBC. (2025). CNBC Indonesia. From Urus Izin 1,5 Tahun Sekarang Cuma 7 Hari, Begini Caranya: https://www.cnbcindonesia.com/news/20250917182408-4-667915/ urus-izin-15-tahun-sekarang-cuma-7-hari-begini-caranya

IESR. (2015). IESR. From Soal Tarif Uap dan Listrik, PLN dan PGE Harus Renegosiasi Harga: https://iesr.or.id/soal-tarif-uap-dan-listrik-pln-dan-pge-harus-renegosiasi-harga

Jelita, I. N. (2025). MediaIndonesia. From Gap Investasi Pendanaan Dekarbonisasi Tembus Rp458,2 Triliun: https://mediaindonesia.com/ekonomi/622199/gap-investasi-pendanaan-dekarbonisasi-tembus-rp4582-triliun

Kementerian Keuangan. (2023). Kementerian Keuangan Badan Kebijakan Fiskal. From Lembar Fakta: Laporan Kemajuan Proyek Geothermal Resource Risk Mitigation: https://fiskal.kemenkeu.go.id/nda_gcf/lembar-fakta-laporan-kemajuan-proyek-geothermal-resource-risk-mitigation/

KNEKS. (2026). KNEKS. From KNEKS Dorong Sinergi Keuangan Syariah untuk Dampak Sosial dalam Simposium Internasional: https://kneks.go.id/berita-terkait/ MzYx/kneks-dorong-sinergi-keuangan-syariah-untuk-dampak-sosial-dalam-simposium-internasional

Randy Rakhmadi, G. S. (2015). Climate Policy Intiative. From Using Private Finance to Accelerate Geothermal Deployment: Sarulla Geothermal Power Plant, Indonesia: https://www.climatepolicyinitiative.org/publication/using-private-finance-to-accelerate-geothermal-deployment-sarulla-geothermal-power-plant-indonesia/

Setiawan, W. (2025). Tosari. From Indonesia Swasembada Energi, Mampukah ? : https://tosari.kendalkab.go.id/kabardetail/dGpZRkxrYnQrM1V0RjlQWFI3bEZmZz09/indonesia-swasembada-energi--mampukah---.html

TEMPO. (2024). TEMPO. From Jokowi Kritik izin Membangun PLTP Butuh 6 Tahun, ESDM Singgung Konflik dengan Masyarakat: https://www.tempo.co/ekonomi/jokowi-kritik-izin-membangun-pltp-butuh-6-tahun-esdm-singgung-konflik-dengan-masyarakat-7927

The Jakarta Post. (2017). The Jakarta Post. From Funding geothermal exploration: https://www.thejakartapost.com/academia/2017/06/05/editorial-funding-geothermal-exploration.html

World Bank. (2018). World Bank. From Indonesia: Tapping Geothermal for Greener Growth:

https://www.worldbank.org/en/about/partners/brief/indonesia-tapping-geothermal-for-greener-growth#:~:text=The%20World%20Bank%20is%20helping,needs%20of%20the%20private%20sector

Published

2026-07-07

How to Cite

Akselerasi Investasi Panas Bumi: Transformasi Industri untuk Swasembada Energi. (2026). Jurnal Analis Kebijakan, 10(1), 41-51. https://doi.org/10.37145/jak.v10i1.973