IMPLEMENTASI PROGRAM PENGEMBANGAN FOOD ESTATE DI KALIMANTAN TENGAH
DOI:
https://doi.org/10.37145/9hczxz64Keywords:
implementasi, food estate, Kalimantan TengahAbstract
Pemerintah membuat kebijakan program pengembangan food estate untuk mendorong peningkatan produksi pangan terutama beras. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengevaluasi program pengembangan food estate Kalimantan Tengah. Secara khusus bertujuan untuk: 1. Menggambarkan kondisi eksisting lokasi program pengembangan food estate, 2. Menganalisis implementasi program pengembangan food estate, dan 3. Mengidentifikasi kendala dan tantangan pelaksanaan program pengembangan food estate Kalimantan Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan dan analisis data melalui studi literatur dari laporan, publikasi, dan internet. Hasil penelitian menunjukkan potensi lahan rawa yang dapat dimanfaatkan untuk pertanian 725.944 ha. Kontribusi produksi padi di lokasi program terhadap Kalimantan Tengah 67,55%. Implementasi program dilakukan melalui intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian dengan menerapkan teknologi dan kelembagaan. Intensifikasi pertanian meningkatkan produksi padi 43.414 ton GKG. Lahan sawah cetak baru yang sudah ditanami 1.750 ha. Kendala dan tantangan yang dihadapi: keterlambatan dan ketidaksesuaian benih, pupuk, pestisida, kapur; tata kelola air belum optimal; mekanisasi kurang sesuai dengan kebutuhan; kapasitas sumber daya manusia masih kurang. Implikasinya diperlukan perencanaan yang baik, koordinasi dan sinergitas yang baik antar stakeholder, ketersediaan dan kesesuaian benih dan saprodi pertanian, mekanisasi sesuai dengan kebutuhan, tata kelola air, dan memanfaatkan kearifan lokal menjadi kunci keberhasilan program pengembangan food estate Kalimantan Tengah.
Downloads
References
BPS Kalimantan Tengah. 2022. Provinsi Kalimantan Tengah Dalam Angka 2022. Badan Pusat Statistik Kalimantan Tengah. 2022.
Amare D and Endalew W. 2016. Agriculture Mechanization: Assessment of Mechanization Impact Experiences on the Rural Population and the Implications for Ethiopian Smallholders. Engineering and Applied Sciences. 1(2):39-48.
Daum T, Adegbola YP, Kamau G, Kergna AO, Daudu C, Zossou RC, Crinot GF, Houssou P, Mose L, Ndirpaya Y, Wahab AA, Kirui O, and Oluwole FA. Perceived Effects of Farm Tractors in Four African Countries, Highlighted by Participatory Impact Diagrams. Agronomy for Sustainable Development. 40(47):1-19.
Hatta M, Sulakhudin, Burhansyah R, Kifli GC, Dewi DO, Kilmanun JC, Permana D, Supriadi K, Warman R, Azis H, Santari PT, and Widiastuti DP. (2023). Food Self-Sufficiency: Managing the Newly-Opened Tidal Paddy Fields for Rice Farming in Indonesia (A case study in West Kalimantan, Indonesia). Heliyon, 9, 1-10. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2023.e13839.
Imanudin MS, Majid A, Armanto E, dan Miftahul. 2020. Faktor Pembatas dan Rekomendasi Perbaikan Lahan untuk Budidaya jagung di Lahan Rawa Pasang Surut Tipologi C. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan, 22 (2), 46-55.
Iqbal, Jafar Y, dan Sapsal T. 2021. Unjuk Kerja Rice Transplanter Sistem Jajar Legowo Tipe Crown Indo Jarwo di Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan. Jurnal Teknik Pertanian Lampung, 10(1), 113-118.
Januar R, Sari ENN, dan Putra S. (2021). Dynamics of Local Governance: The Case of Peatland Restoration in Central Kalimantan, Indonesia. Land Use Policy, 102, 1–13. https://doi.org/10.1016/j.landusepol.2020.105270
Karimah N, Sugandi WK, Thoriq A, dan Yusuf A. 2020. Analisis Efisiensi Kinerja pada Aktivitas Pengolahan Tanah Sawah Secara Manual dan Mekanis. Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem, 8 (1), 1-13.
Kurniawan FE. 2021. The Dilemma of Agricultural Mechanization and the Marginalization of Women Farmworkers in Rural Areas. Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 9 (2), 1-12.
Lawton A and Morrison N. 2022. The Loss of Peri-Urban Agricultural Land and The State-Local Tensions in Managing Its Demise: The Case of Greater Western Sydney, Australia. Land Use Policy. 120, 1-14. https://doi.org/10.1016/j.landusepol.2022.106265.
Mulyani A dan Sarwani M. (2013). Karakteristik dan Potensi Lahan Sub Optimal untuk Pengembangan Pertanian di Indonesia. Jurnal Sumberdaya Lahan, 7(1), 47–55.
Murti UY, Iqbal, dan Daniel. 2016. Uji Kinerja dan Analisis Biaya Traktor Roda 4 Model AT 6504 dengan Bajak Piring (Disk Plow) pada Pengolahan Tanah. Jurnal AgriTechno, 9(1), 63-69.
Prayitno G, Dinanti D, Hidayana, II, and Nugraha AT. 2021. Place Attachment and Agricultural Land Conversion for Sustainable Agriculture in Indonesia. Heliyon 7, 1-12. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2021.e07546
Saputra, H. 2021. Analisis Kelayakan Mesin Combine Harvester dari Aspek Teknis, Finansial dan Sosial Budaya pada Usaha Tani Padi di Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung. Journal of Global Sustainable Agriculture, 1(2), 46-55.
Suprapto A dan Umar S. 2018. Evaluasi Kinerja Mini Combine Harvester di Lahan Pasang Surut. Jurnal Keteknikan Pertanian (JTEP), 6(2), 203-208.
Surahman, A., Soni, P., & Shivakoti, G. P. (2018a). Are Peatland Farming Systems Sustainable? Case Study on Assessing Existing Farming Systems in The Peatland of Central Kalimantan, Indonesia. Journal of Integrative Environmental Sciences, 15(1), 1–19. https://doi.org/10.1080/1943815X.2017.1412326.
Surahman, A., Soni, P., & Shivakoti, G. P. (2018b). Reducing CO2 Emissions and Supporting Food Security in Central Kalimantan, Indonesia, with Improved Peatland Management. Land Use Policy, 72, 325–332. https://doi.org/10.1016/j.landusepol.2017.12.050.
Susilawati A, Nursyamsi D, dan Syakir M. 2016. Optimalisasi Penggunaan Lahan Rawa Pasang Surut Mendukung Swasembada Pangan Nasional. Jurnal Sumberdaya Lahan. 10(1), 51-64.
Syahri dan Somantri U. 2016. Penggunaan Varietas Unggul Tahan Hama dan Penyakit Mendukung Peningkatan Produksi Padi Nasional. Jurnal Litbang Pertanian. 35(1), 25-36.
Umar S, Hidayat AR, dan Pangaribuan S. 2017. Pengujian Mesin Tanam Padi Sistem Jajar Legowo (Jarwo Transplanter) di Lahan Rawa Pasang Surut. Jurnal Teknik Pertanian Lampung. 6(1), 63-72.
Wahdah R, Langai BF, dan Sitaresmi T. 2012. Keragaman Karakter Varietas Lokal Padi Pasang Surut Kalimantan Selatan. Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan. 31(3), 158-165.
Wastfelt A and Zhang Q. 2018. Keeping Agriculture Alive Next to the City – The Functions of the Land Tenure Regime Nearby Gothenburg, Sweden. Land Use Policy, 78, 447-459. https://doi.org/10.1016/j.landusepol.2018.06.053
Gunawan E, Syukur M, Syahyuti, Adawiyah CR, Suharyono S, Mulyono J, dan Ikhwan R. 2022. Laporan Akhir Strategi penguatan Kelembagaan Usaha Pertanian Pada Kawasan Pengembangan Food Estate Kalimantan Tengah. Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. Sekretariat Jenderal, Kementerian pertanian. 2022.
Kementerian Pertanian. 2022b. Grand Design Pengembangan Kawasan Food Estate Berbasis Korporasi Petani di Lahan Rawa Kalimantan Tengah. Biro Perencanaan, Kementerian Pertanian. 2022.
Kementerian Pertanian. 2022a. Laporan Pengembangan Food Estate Provinsi Kalimantan Tengah. Kementerian Pertanian. 2022.
Wulandari N. 2018. Determinants of paddy production in Indonesia; Study of government expenditures in food subsector and climate change. The Degree of Master of Public Policy, National Graduate Institute for Policy Studies, Tokyo, Japan.
BPS. 2022. Luas Panen, Produksi, dan Produktivitas Padi menurut Provinsi 2020-2022. https://www.bps.go.id/indicator/53/1498/1/luas-panen-produksi-dan-produktivitas-padi-menurut-provinsi.html, diakses 26 Januari 2023.
Republika. 2023. Di Depan Wapres, Mentan Bantah Proyek Food Estate Gagal. https://www.republika.co.id/berita/rp0zf4457/di-depan-wapres-mentan-bantah-proyek-food-estate-gagal, diakses 26 Januari 202