Kebijakan Pengelolaan Udang Berkelanjutan di Perairan Cilacap, Jawa Tengah

Authors

  • Untung Adi Nugroho Inspektorat Jenderal, Kementerian Kelautan dan Perikanan

DOI:

https://doi.org/10.37145/rg5q5577

Keywords:

Cilacap, Keberlanjutan, Kebijakan, Multidimensi, Udang

Abstract

Kabupaten Cilacap merupakan salah satu sentra perikanan dengan salah satu komoditas utama berupa udang jerbung (Fenneropenaeus merguiensis de Man). Produksi perikanan tangkap laut untuk crustaceae yang terdiri dari udang, kepiting dan rajungan pada tahun 2017 sampai dengan 2019 mengalami penurunan. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis status keberlanjutan dan strategi kebijakan pengelolaan udang jerbung di wilayah perairan Kabupaten Cilacap secara berkelanjutan. Metode yang digunakan pada penelitian, yaitu menggunakan metode analisis status keberlanjutan Multidimensional Scalling (MDS) menggunakan Rapid Appraisal for Fisheries (RAPFISH) dan analisis Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa status keberlanjutan pengelolaan udang jerbung berada pada status Kurang Berkelanjutan. Mengacu pada status keberlanjutan tersebut, diperoleh strategi kebijakan pengelolaan udang yang dapat meningkatkan status keberlanjutan, melalui pengaturan upaya penangkapan udang, peningkatan wawasan dan kepedulian nelayan terhadap kelestarian lingkungan, mitigasi penurunan ekosistem atas dampak kerusakan lingkungan, pengaturan hak kepemilikan (property right) terhadap pemanfaatan sumber daya udang, membuka ruang konsultasi publik terhadap nelayan, dan penetapan peraturan daerah tentang pengelolaan sumber daya udang.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Budianto, S. (2012). Pengelolaan Perikanan Tangkap Komoditas Udang Secara Berkelanjutan di Kabupaten Cilacap.

Budiharsono, S. (2018). Membangun Keajaiban Wilayah Perdesaan. 1–40.

Dinas Perikanan Cilacap. (2020). Statistik Perikanan Tangkap di Perairan Laut dan Perairan Umum Darat Tahun 2017.

Alder, J., Pitcher, T. J., Preikshot, D., Kaschner, K., & Feriss, B. (2000). How good is good? A rapid appraisal technique for evaluation of the sustainability status of fisheries of the North Atlantic. Sea Around Us Methodology Review, January, 136–182. http://bridgetferriss.weebly.com/uploads/2/4/6/1/24614157/alderferriss_2000_rapfish_ubc_fish_report.pdf

Erwina, Y., Kurnia, R., & Yonvitner, Y. (2016). Status Keberlanjutan Sumber Daya Perikanan Di Perairan Bengkulu. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan Dan Perikanan, 10(1), 21. https://doi.org/10.15578/jsekp.v10i1.1245

Hakim, L., Eko Sri Wiyono, & Sugeng Hari Wisudo. (2021). Muarareja Fishermen Perceptions on The Prohibition of Arad and Environmentally Friendly Fishing Tool Assistance Programs. Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management, 12(2), 161–171. https://doi.org/10.29244/jmf.v12i2.35913

Yaman, A. (2017). Analisis Daya Saing Ekspor Komoditas Udang Indonesia Di Amerika Serikat Dan Jepang. Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB, 5(2). https://jimfeb.ub.ac.id/index.php/jimfeb/article/view/3903

Nugroho, untung A., & Budianto, F. (2021). Perspektif Eksploitasi dan Konservasi dalam Pengelolaan Sumber Daya Perikanan Indonesia. Majalah Media Perencana, 2(1), 51–67. https://mediaperencana.perencanapembangunan.or.id/index.php/mmp/article/view/20/13

Pangesti, T. P., Nurani, T. W., & Wiyono, E. S. (2011). Udang di Kabupaten Cilacap ( Management Strategies to Increase Shrimp Production in Cilacap Regency ). Marine Fisheries Journal, 2(2), 189–199.

Pangesti, T. P., Wiyono, E. S., Baskoro, M. S., Nurani, T. W., & Wiryawan, B. (2016). Status Bio-Ekonomi Sumberdaya Udang Di Kabupaten Cilacap. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan Dan Perikanan, 10(2), 149. https://doi.org/10.15578/jsekp.v10i2.1256

Patria, A. D., Adrianto, L., Kusumastanto, T., Kamal, M. M., & Dahuri, R. (2016). Status Pemanfaatan Sumberdaya Udang oleh Perikanan Skala Kecil di Wilayah Pesisir Kabupaten Cilacap (Utilitization Status of Shrimp by Small Scale Fisheries in the Coastal Area of Cilacap District). Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management, 5(1), 49–55. https://doi.org/10.29244/jmf.5.1.49-55

Suman, A., & Prisantoso, B. I. (2017). Karakteristik Populasi Udang Jerbung (Penaeus merguiensis de Man, 1888) di Perairan Cilacap dan Sekitarnya. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia, 23(1), 11. https://doi.org/10.15578/jppi.23.1.2017.11-18

Sumiono, B. (2012). Status Sumberdaya Perikanan Udang Penaeid dan Alternatif Pengelolaannya di Indonesia. Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia, 4(1), 27–34.

Vance, D. J., & Rothlisberg, P. C. (2020). The biology and ecology of the banana prawns: Penaeus merguiensis de Man and P. indicus H. Milne Edwards. Advances in Marine Biology, 86(1), 1–139. https://doi.org/10.1016/BS.AMB.2020.04.001

Wagiyo, K., Damora, A., & Pane, A. (2018). Aspek Biologi, Dinamika Populasi dan Kepadatan Stok Udang Jerbung (Penaeus merguiensis de Man, 1888) di Habitat Asuhan Estuaria Segara Anakan. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia, 24, 127–136.

Wulandari, W., Pratikto, R., & Dewi, E. (2023). Evaluasi Kebijakan Subsidi Bahan Bakar Minyak Solar Untuk Nelayan Kecil. Jurnal Kebijakan Publik, 14(1), 13. https://doi.org/10.31258/jkp.v14i1.8175

Kepmen KP No. 50. (2017). Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 50/Kepmen-Kp/2017 Estimasi Potensi, Jumlah Tangkapan yang Diperbolehkan, dan Tingkat Pemanfaatan Sumber Daya Ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia. Keputusan Menteri Kelautan Dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 50/Kepmen-Kp/2017, 6.

Published

2023-12-31

How to Cite

Kebijakan Pengelolaan Udang Berkelanjutan di Perairan Cilacap, Jawa Tengah. (2023). Jurnal Analis Kebijakan, 7(2), 180-194. https://doi.org/10.37145/rg5q5577