Dari Input ke Dampak: Mengukur Produktivitas Padi dan Jagung untuk Kebijakan Pangan yang Lebih Efektif di Indonesia (2019 Sampai 2024)
DOI:
https://doi.org/10.37145/jak.v10i1.1017Keywords:
ketahanan pangan, produktivitas sektor publik, padi, jagung, pseudo-TFP, kebijakan pertanianAbstract
Ketahanan pangan menuntut bukan hanya ketersediaan, tetapi juga efisiensi penggunaan sumber daya publik. Policy brief ini menunjukkan bahwa persoalan utama sektor padi dan jagung di Indonesia bukan kekurangan input, melainkan lemahnya konversi input publik menjadi keluaran (output), hasil (outcome), dan nilai publik. Pada 2019 sampai 2024, output gabungan padi dan jagung relatif stagnan sementara input publik melonjak: rata-rata output turun 0,96 persen per tahun ketika input publik naik 13,22 persen per tahun, dan pseudo-Total Factor Productivity (pseudo-TFP) menurun dari 107,25 menjadi 61,15. Lemahnya konversi berakar pada lima penyebab tata kelola yang dapat diidentifikasi, yaitu fragmentasi data distribusi, rendahnya kesiapan operasional aset, lemahnya akuntabilitas pascadistribusi, ketidaktepatan penganggaran dan penargetan, serta ketidakselarasan kalender distribusi dengan musim tanam; diperkuat oleh sistem evaluasi berlogika serapan dan indikator penyuluh berbasis aktivitas. Kajian merekomendasikan koreksi cepat, reformasi layanan penyuluhan, indikator utilisasi pada belanja modal, serta institusionalisasi pengukuran produktivitas dalam siklus perencanaan, penganggaran, dan evaluasi kebijakan.
Downloads
References
Asian Productivity Organization. 2005. Manual on Public-Sector Productivity. Tokyo: Asian Productivity Organization.
Lipsky, Michael. 1980. Street-Level Bureaucracy: Dilemmas of the Individual in Public Services. New York: Russell Sage Foundation.
North, Douglass C. 1990. Institutions, Institutional Change and Economic Performance. Cambridge: Cambridge University Press.
Schultz, Theodore W. 1964. Transforming Traditional Agriculture. New Haven: Yale University Press.
Coelli, Tim J., dan D. S. Prasada Rao. 2005. “Total Factor Productivity Growth in Agriculture: A Malmquist Index Analysis of 93 Countries, 1980 to 2000.” Agricultural Economics 32(S1): 115 sampai 134.
Perry, James L., dan Lois Recascino Wise. 1990. “The Motivational Bases of Public Service.” Public Administration Review 50(3): 367 sampai 373.
Badan Pusat Statistik. 2025. Statistik Indonesia 2025. Jakarta: Badan Pusat Statistik.
Direktorat Advokasi dan Pengembangan Kinerja Kebijakan, LAN RI. 2026. Pengukuran Produktivitas Sektor Publik: Studi Kasus Sektor Pertanian, Fokus Tanaman Padi dan Jagung. Jakarta: LAN RI.
Economist Impact. 2022. Global Food Security Index 2022: Indonesia Country Report. London: Economist Impact.
Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.
Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.
Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani.
Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020 sampai 2024.
Badan Pusat Statistik. 2026. Portal Statistik Resmi Indonesia. https://www.bps.go.id. Diakses 30 Maret 2026.
Kementerian Pertanian RI. 2026. Sistem Informasi Pertanian Indonesia (SIMTANI). https://simtani.pertanian.go.id. Diakses 30 Maret 2026.